Hai teman teman semua! Pada kali ini saya akan membagikan informasi tentang proses pembuatan minyak atsiri. Minyak atsiri pada umumnya dibuat dengan menggunakan metode penyulingan. Mesin yang digunakan dalam proses penyulingan yaitu mesin destilasi minyak atsiri.

Proses Pembuatan Minyak Atsiri

proses pembuatan minyak atsiri

Minyak atsiri pada umumnya dibuat dengan menggunakan metode penyulingan. Namun, dalam proses pembuatan minyak atsiri sebenarnya memiliki 4 macam metode. Apa aja si? Yuk simak sama sama!

Metode Pembuatan Minyak Atsiri

Penyulingan ( Destilasi )

Nah, dalam metode penyulingan ini dibagi menjadi 3 macam system penyulingan yaitu:

  • Air ( Water Distillation )
proses pembuatan minyak atsiri

Metode penyulingan dengan air ini merupakan metode yang paling sederhana di antara metode yang lainnya. Berikut adalah cara kerjanya:

  1. Masukkan bahan yang akan disuling kedalam ketel suling yang sudah di isi dengan air. Dengan begitu, maka bahan sudah tercampur dengan air. Perlu diperhatikan bahwa, perbandingan yang digunakan dalam metode ini yaitu jumlah air rebus dan bahan dibuat dengan seimbang, sesuai dengan kapasitas ketel yang kalian punya.
  2. Untuk bahan yang sudah mengalami proses pendahuluan seperti perajangan dan pelayuan, Langkah selanjutnya yang kalian lakukan yaitu memasukkannya dan dipadatkan.
  3. Kemudian, tutup ketel dengan rapat supaya tidak ada celah yang mengakibatkan uap keluar.
  4. Nantinya, uap yang dihasilkan dari proses perebusan air dan bahan akan dialirkan menuju pipa pendingin sehingga terjadilah proses pengembunan.
  5. Selanjutnya, air dan minyak ditampung dalam tangki pemisah
  6. Proses pemisahan air dan minyak dilakukan berdasarkan perbedaan berat jenis
  • Air dan Uap ( Water and Steam Distillation )
proses pembuatan minyak atsiri

Metode penyulingan ini biasa disebut dengan system kukus. Keuntungan jika menggunakan metode ini yaitu penetrasi uap terjadi secara merata ke dalam jaringan bahan dan suhu yang digunakan mencapai 100 derajat celcius.

Serta, waktu yang diperlukan dalam penyulingan ini relative lebih singkat dibandingkan dengan metode penyulingan dengan air. Berikut adalah cara kerjanya :

  1. Letakkan bahan diatas piringan, atau biasa disebut dengan plat besi berlubang seperti ayakan.
  2. Saat air proses perebusan air, maka akan terbentuk uap yang melewati lubang lubang kecil melewati celah celah bahan.
  3. Kemudian, minyak dari bahan baku akan ikut terbawa Bersama dengan uap panas melalui pipa menuju ketel pendingin ( kondensor ).
  4. Lalu, uap air dan minyak akan mengembun dan ditampung dalam tangki pemisah.
  5. Sama dengan metode penyulingan sebelumnya, proses pemisahan air dan minyak dilakukan berdasarkan berat jenisnya.
  • Uap
proses pembuatan minyak atsiri

Dalam metode penyulingan ini, air digunakan sebagai sumber uap panas yang terdapat pada boiler yang terletak terpisah dengan ketel penyulingan. Dan uap yang dihasilkan memiliki tekanan lebih tinggi dibandingkan dengan udara luar. Proses penyulingan dengan uap ini baik digunakan untuk bahan baku berupa kayu, kulit batang, maupun biji bijian yang relative memiliki tekstur yang keras.

Ekstraksi dengan Pelarut Mudah Menguap

Ekstraksi ini mempunyai prinsip yaitu melarutkan minyak atsiri dalam bahan menggunakan pelarut organic yang mudah menguap.

Pelarut organic dalam ekstraksi ini berperan sebagai penetrasi kedalam jaringan dan akan melarutkan minyak serta tak lupa dengan bahan non volatile yang berupa resin, lilin, dan beberapa macam zat pewarna.

Proses ekstraksi ini dilakukan dalam wadah yaitu extractor. Ektstraksi ini pada umumnya digunakan untuk mengekstrak minyak atsiri yang mudah rusak oleh penggunaan metode penyulingan pemanasan air dan uap seperti mengekstraksi minyak dari bunga bungaan.

Extractor yang digunakan untuk mengekstrak pelarut bahan alami dari bunga untuk menghasilkan minyak atsiri yaitu terdiri dari tabung extractor berputar dan tabung penguap. Pada umunya, prose pembuatan minyak ini terbagi menjadi beberapa tahap yaitu sebagai berikut:

  1. Masukkan bahan baku dan pelarut yang mudah menguap kedalam extractor.
  2. Putar extractor selama kurang lebih 20 – 10 menit, dan pelarut akan berpenetrasi kedalam jaringan bahan dan melarutkan minyak serta bahan non volatile yang berupa lilin, resin, dan beberapa macam zat pewarna lainnya.
  3. Pisahkan larutan hasil ekstraksi dari ampas kemudian larutan hasil ekstraksi disuling dalam evaporator vakum pada suhu rendah, yaitu 45 derajat celcius.
  4. Lalu, pelarut akan menguap dan meninggalkan larutan setengah padat berwana merah kecoklatan yang disebut dengan concreate
  5. Selanjutnya, larutan di dinginkan pada suhu -5 derajat celcius hingga mengendap dan membentuk lilin.
  6. Endapan lilin ini diperas dan disaring hingga jernih
  7. Larutan jernih dari hasil pemerasan selanjutnya disuling untuk memisahkan minyak dengan alcohol yang masih mengikatnya
  8. Dalam proses penyulingan ini dilakukan dalam kondisi vakum pada suhu rendah kurang lebih 45 derajat celcius hingga mendapatkan larutan yang Kenyal atau biasa disebut dengan absolute

Ekstraksi dengan Lemak Dingin

Proses ekstraksi ini digunakan khusus untuk mengekstrak minyak dari Bungan bungaan suapay menghasilkan kualitas dan rendeman minyak yang tinggi. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan lemak hewani atau nabati.

Metode ekstraksi ini membutuhkan evaporator untuk memisahkan minyak atsiri dari lilin dan alcohol pelarutnya, sama sperti menggunakan pelarut menguap.

Tak hanya itu saja, ekstraksi ini juga membutuhkan lempeng kaca dan rak penutup pada proses absorbsi minyak atsiri dari bunga. Bahan penunjang yan dibutuhkan yaitu lemak dan alcohol.

Lemak berfungsi untuk adsorben atau penyerap minyak dari bunga. Sedangkan alcohol digunakan untuk memisahkan minyak atsiri dan lemak. Berikut adalah tahapan ekstraksinya:

  1. Gunakan bunga yang masih kuncup dengan tingkat ketuaan optimum kemudain potong tangkai bunganya
  2. Oleskan lemak yang akan digunakan sebagai adsorben pada lempeng kaca setebal 1 – 2 cm dan dibuat lebar. Hal ini bertujuan supaya memperoleh luas bidang permukaan yang lebih besar untuk penyerapann dan memperoleh hasil yang lebih baik.
  3. Kemudian , tebarkan bunga di atas lapisan minyak secara merata dan simpan kedalam lemari maupun rak tertutup selama 24 jam.
  4. Setelah 24 jam, bunga yang lama bisa diganti dengan bunga yang baru. Namun, perulu diperhatikan bahwa lakukan secara hati hati saat memindahkan bunga yang satu dengan yang lainnya supaya lemak yang terbawa sedikit. Proses penggatian bunga dilakukan secara berulang ulang sampai memperoleh minyak yang berkomponen kimia tinggi, hal ini memiliki ciri ciri seperti mempunyai aroma yang kuat. FYI, lemak yang mengandung minyak disebut juga dengan pomade
  5. Pomade yang sudah mengandung minyak bunga diangkat dari lapisan kaca dan ditampung slaam sebuah wadah dan campurkan dengan alcohol panas sampai larut, kemudian aduk agar homogen
  6. Simpan larutan dalam suhu yang dingin, supaya lemak membeku dan mudah dipisahkan
  7. Proses pemisahan lemak dilakukan dengan cara pemerasan dan penyaringan sampai larutan bebas lemak
  8. Selanjutnya, lemak yang mengandung minyak akan di evaporasi terlebih dahulu pada suhu rendah sampai diperoleh absolute.

Syarat lemak yang akan dipakai supaya absolute yaitu:

  1. Tidak memiliki bau dan tidak berwarna, hal ini dikarenakan  jika bau dan berwarna maka akan mempengaruhi mutu absolute
  2. Mempunyai konsistensi tertentu, FYI, lemak yang digunakan terlalu keras mempunyai daya adsorbs yang rendah.
  3. Titik cair optimal lemak yaitu 36 – 37 ° C, jika suhu yang digunakan terlalu rendah maka daya adsorbs lemak akan semakin tinggi, tetapi proses deflourasi menjadi sulit dikarenakan banyak lemak yang menempel pada bunga.

Ekstraksi dengan Lemak Panas

Perbedaannya lemak dingin dan panas yaitu terletak pada awal proses, yaitu menggunakan lemak panas. Sedangkan alat yang dipakai yaitu evaporator vakum.

Selain itu, juga membutuhkan wadah yang berupa bak atau baskom untuk merendam bunga dalam lemak panas. Bahan yang diperlukan yaitu lemak dan alcohol. Berikut adalah Langkah langkahnya:

  1. Gunakan bunga yang bagus dengan tingkat optimum
  2. Kemudian rendam bunga ke dalam lemak yang sudah dipanaskan sampai dengan suhu ± 80°C dan diamkan selama 1 malam
  3. Setelah di diamkan, masukkan alcohol kedalam lemak lalu aduk dan saring untuk memisahkan bunganya
  4. Selanjutnya, simpan cairan lemak dan alcohol dalam pendingin supaya beku sehingga memudahkan pada saat proses pemisahan
  5. Proses pemisahan ini dilakukan dengan menggunakan penyaringan sampai benar benar bebas dari lemak
  6. Larutan yang sudah bebas dari lemak, maka proses selanjutnya yaitu di evaporasi pada kondisi vakum sampai di peroleh absolute.
  7. Pengepresan

Pengpresan merupakan salah satu Teknik ekstraksi yang umumnya dilakukan terhadap bahan berupa biji, buah, kulit luar . Minyak yang berasal dari bahan tanaman, tidak bisa menggunakan Teknik suling karena dapat mengalami kerusakan.

Dengan Teknik pengepresan ini, akan membuat sel sel yang mengandung minyak akan pecah dan minyak akan mengalir ke permukaan bahan. Pada metode ini, alat yang digunakan yaitu mesin press. Cara kerja alatnya yaitu cukup menekan bahan baki sampai sel penghasil minyak akan pecah dan keluar.

Itulah Proses Pembuatan Minyak Atsiri. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kalian semua. Untuk informasi selengkapnya silahkan baca Cara Membuat Minyak Atsiri.

Sekian, mohon maaf apabila ada salah kata dalam penulisannya. Jika ada kritik dan saran yang ingin kalian sampaikan, silahkan tuliskan pada kolom komentar dibawah.

Terima kasih dan sampai jumpa!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *